Bab VI : KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
Di saat kaum muslimin sedang resah mendengar berita tentang wafatnya Rasul Allah s.a.w., sejumlah kaum Anshar menyelenggarakan pertemuan di Saqifah Bani Sa’idah untuk memperbincangkan masalah penerus kepemimpinan Rasul Allah s.a.w. Ikut serta bersama mereka seorang tokoh Anshar, Sa’ad bin Ubadah.
Di dalam bukunya yang berjudul As Saqifah, Abu Bakar Ahmad bin Abdul Azis Al-Jauhary mengetengahkan riwayat tentang terjadinya peristiwa penting di Saqifah (tempat pertemuan) Bani Sa’idah. Antara lain dikemukakan, bahwa tokoh terkemuka Anshar, Sa’ad bin ‘Ubadah, dalam keadaan menderita sakit lumpuh sengaja digotong untuk menghadiri pertemuan tersebut.
Karena tidak sanggup berbicara dengan suara keras, ia minta kepada anaknya, Qeis bin Sa’ad, supaya meneruskan kata-katanya yang ditujukan kepada semua hadirin. Dengan suara lantang Qeis meneruskan kata-kata ayahnya:
“Kalian termasuk orang yang paling dini memeluk agama Islam, dan Islam tidak hanya dimiliki oleh satu qabilah Arab. Sesungguhnya ketika masih berada di Makkah, selama 13 tahun di tengah-tengah kaumnya, Rasul Allah mengajak mereka supaya menyembah Allah Maha Pemurah dan meninggalkan berhala-berhala. Tetapi hanya sedikit saja dari mereka itu yang beriman kepada beliau. Demi Allah mereka tidak sanggup melindungi Rasul Allah s.a.w. Mereka tidak mampu memperkokoh agama Allah . Tidak mampu membela beliau dari serangan musuh- musuhnya.
Read the rest of this entry »